CILEGON, KBN.Com – Kesatuan Jamiyah Intifadah Muda Banten (KAJI MUDA - Banten) baru-baru ini mengeluarkan pernyataan yang mengecam keras aksi pengeboman yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Palestina.
Aksi tersebut terjadi di wilayah yang sebelumnya telah disepakati sebagai Zona Aman, meskipun ada gencatan senjata dan pertukaran tahanan perang yang sudah disetujui oleh kedua belah pihak.
"Pengeboman ini terjadi meskipun sudah ada kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan perang," ungkap Panglima KAJI MUDA Banten, M. Ibrahim Aswadi, dalam rilis yang diterima jurnalis KBN.Com pada Sabtu malam (29 Maret 2025).
Dalam maklumat tersebut, KAJI MUDA Banten mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera memberikan sanksi embargo yang keras terhadap Israel sebagai langkah tegas untuk mengatasi pelanggaran yang dilakukan oleh negara tersebut.
"Langkah ini penting untuk memberikan tekanan internasional terhadap tindakan Israel yang melanggar kesepakatan gencatan senjata dan hukum internasional," tegas M. Ibrahim Aswadi, atau yang akrab disapa MIA.
Selain itu, MIA juga menyerukan kepada komunitas global untuk memberlakukan embargo terhadap seluruh fasilitas dan produk bisnis milik negara Zionis Israel.
"Masyarakat internasional harus mengambil sikap tegas dengan memboikot produk-produk Israel sebagai bentuk protes terhadap tindakan agresif yang mereka lakukan," tambahnya.
Seruan ini menggambarkan kegelisahan yang mendalam dan solidaritas KAJI MUDA terhadap perjuangan rakyat Palestina yang terus berlanjut hingga kini.
KAJI MUDA berharap desakan tersebut dapat memicu perhatian dunia untuk lebih peduli terhadap penderitaan rakyat Palestina dan memberi tekanan yang nyata pada pemerintah Israel.
Tanggapan Dunia Internasional
Seruan KAJI MUDA Banten ini mencerminkan ketegangan yang semakin meningkat dalam konflik Israel-Palestina, yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
Sejauh ini, upaya diplomasi dan gencatan senjata sering kali menemui jalan buntu, sementara kekerasan terus berlangsung di lapangan.
Hal ini menimbulkan kecaman dari berbagai kelompok internasional yang mendesak PBB untuk mengambil sikap lebih tegas terhadap Israel.
Beberapa negara dan organisasi internasional juga telah meminta Israel untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka di wilayah Palestina, namun hingga kini belum ada langkah konkret yang diambil untuk menekan pemerintah Israel menghentikan agresi militer mereka.
Isu Global yang Terus Bergulir
Konflik Palestina-Israel bukanlah isu baru di kancah politik internasional. Namun, dengan adanya seruan seperti yang disampaikan oleh KAJI MUDA Banten, diharapkan dunia dapat memberikan perhatian lebih terhadap situasi ini.
Pembentukan Zona Aman, gencatan senjata, dan pertukaran tahanan perang seharusnya dihormati dan dihargai oleh kedua belah pihak demi menghindari jatuhnya lebih banyak korban.
Namun, dengan terus berlanjutnya pelanggaran prinsip-prinsip perdamaian internasional, dunia harus berpikir lebih keras untuk mencari langkah-langkah tegas guna memaksa Israel mengubah perilakunya.
Seruan KAJI MUDA ini mengingatkan kita akan pentingnya solidaritas internasional dalam menghadapi ketidakadilan dan mendesak dunia untuk tidak tinggal diam menghadapi penderitaan yang dialami oleh rakyat Palestina.
(Red*)
إرسال تعليق